Its all about family. Lets get closer with me on below social media account. Follow, comment and like are very welcome. IG : https://www.instagram.com/irene_nathanael/ Facebook : https://m.facebook.com/irene.nathanael.12 Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCEZ-TsTrE2UJ10orwFoIaJQ
Jumat, 12 Mei 2017
Kamis, 11 Mei 2017
Selasa, 28 Maret 2017
My Baby Born Wishlist
Sebenernya agak ragu sih bikin
wishlist ginian, takutnya dibilang ngarep heheh tapi yah dari pada kado yang
didapet nanti mubazir, sayang toh.
Jadi berikut adalah daftar
Wishlist saya untuk kelahiran my baby Ay yang memang saya belum sempet beli
sampai sekarang heheh
|
NO
|
NAMA BARANG
|
MERK
|
COLOR
|
Picture
|
|
1
|
Botol Dot
|
Philips Avent 2 Natural Bottle 260 ml
|
Clear/Pink
|
![]() |
|
2
|
Baju 4-12 month
|
Apa aja yang lucu hehehe
|
Apa Aja
|
|
|
3
|
Warmer penghangat ASI
|
Crown Warmer 4in1 CR 198
|
Apa Aja
|
![]() |
|
4
|
Sterilizer
|
Crown 6 Bottles Steam Sterilizer CR088
|
Apa Aja
|
![]() |
|
5
|
Stroller
|
Babyelle Infinite
|
Red/Cream
|
![]() |
|
6
|
Baby bather
|
Apa aja
|
Pink
|
![]() |
|
7
|
Bantal Peyang
|
Babymoov
|
Apa aja
|
![]() |
|
8
|
Tas ASIP Ransel yang muat Laptop
14"
|
Gabag Black Calmo
|
Black
|
![]() |
|
9
|
Car Seat
|
Apa aja
|
Merah/Biru/Black
|
![]() |
|
10
|
Gendongan bayi Hipseat
|
Apa aja yang penting ada hipseatnya
|
Biru/Merah
|
![]() |
|
11
|
Gendongan bayi Wrapping
|
Apa aja
|
Black
|
![]() |
|
12
|
Baby food maker
|
Takahi
|
Apa Aja
|
![]() |
Kamis, 16 Maret 2017
Prosedur Cek Kehamilan di Rumah Sakit dengan BPJS (Ibu Hamil Minus Tinggi)
Berikut adalah prosedur
pengecekan kehamilan di Rumah Sakit dengan menggunakan BPJS, dalam kasus ini
dikarenakan mata ibu hamil yang minus tinggi.
1. Dokter
kandungan akan memberikan selembar kertas “Formulir Konsultasi/Rujukan Pasien”
untuk diteruskan ke Dokter spesialis mata.
Dalam Surat
ini berisi kurang lebih, meminta bantuan untuk mengecekretina mata sang ibu
apakah masih memungkinkan menjalani proses persalinan secara normal atau harus
melalui caesar.
2. Kunjungi
dokter umum di Faskes1/Klinik yang tertera pada kartu BPJS Ibu.
Mintalah
surat rujukan dari Faskes1/klinik tersebut untuk ke Dr. Spesialis Mata.
Klinik akan mengeluarkan Surat Rujukan ke Dr.
Spesialis Mata (3 Lembar)
3. Sebelum
ke RS yang dituju, pastikan bagi ibu hamil tidak menggunakan softlense paling
tidak 24 jam sebelum melakukan pengecekan retina mata. Hal ini dilakukan untuk
mendapatkan hasil yang aktual dari otot – otot mata.
4. Bawalah
dokumen di bawah ini ke Rumah Sakit yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan
untuk keperluan pendaftaran pasien BPJS :
Fotocopy KTP,
Fotocopy
kartu BPJS, dan
surat rujukan
dari Faskes1/klinik.
Jangan Lupa
membawa “Formulir Konsultasi/Rujukan Pasien” yang diberikan oleh dokter
kandungan, agar dokter spesialis mata memberikan jawaban langsung di kertas
tersebut.
5. Dokter
Spesialis mata akan memberikan jawaban langsung di “Formulir Konsultasi/Rujukan
Pasien”.
6. Jika
disarankan caesar oleh Dr Mata, bawalah hasil tersebut ke Faskes1/klinik untuk meminta
Surat Rujukan lagi guna pengecekan kehamilan selanjutnya di RS yang dituju.
Karena
biasanya ibu hamil harus memiliki riwayat cek kehamilan di RS yang ditunjuk
min. 3 kali, atau tergantung dari peraturan RS.
Surat Rujukan
dari Klinik ini kurang lebih sama dengan surat rujukan ke Dr Spesialis mata
sebelumnya 3 lembar, tapi dokter yang dituju adalah Dr Obgyn/Kandungan.
7. Sama
seperti prosedur pendaftaran peserta BPJS #4
Bawalah
dokumen di bawah ini ke Rumah Sakit yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan
untuk keperluan pendaftaran pasien BPJS :
Fotocopy KTP,
Fotocopy
kartu BPJS, dan
surat rujukan
dari Faskes1/klinik.
Jangan Lupa
membawa hasil “Formulir Konsultasi/Rujukan Pasien” yang sudah diisi oleh Dr
Mata, guna menginformasikan kepada Dr kandungan hasil dari test tersebut.
8. Jangan
lupa foto layar monitor USG pada saat dokter kandungan melakukan pemeriksaan
detak jantung (untuk mendaftarkan janin ke BPJS), karena peraturan yang berlaku
hasil print foto untuk kebutuhan data di Rumah Sakit dan tidak bisa dibawa
pulang.
9. Setelah
pengecekan selesai, dokter akan memberikan secarik kertas kecil “Surat
Rekomendasi Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP)”. Dalam surat tersebut berisi
rekomendasi dokter untuk melakukan kontrol kehamilan berikutnya.
Senin, 06 Maret 2017
Prosedur Pengecekan Retina Mata untuk Ibu Hamil
Melanjutkan dari cerita
sebelumnya di http://irenenovianinathanael.blogspot.com/2017/02/ibu-hamil-apakah-bpjs-mengcover-cek.html
kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya menjalani test retina mata.
Sabtu, 4 Maret 2017.
Saya dan suami menuju RS Hermina
Tangerang sekitar pukul 18.00 WIB, karena dokter buka praktek pukul 19.00 WIB. For
your info, singkat cerita saya pindah dokter, awalnya ke dokter perempuan, tapi
karena beliau cuti jadilah saya pindah ke Dr. Suminto SpM. Dan kali ini saya
tidak menggunakan BPJS, tapi dengan dana pribadi dikarenakan awal saya daftar
ke dokter yang perempuan jadi kalau saya mau pindah dokter harus melalui
prosedur awal lagi, minta rujukan klinik dll. Karena kami malas untuk bolak –
balik ke klinik lagi jadilah kami cek ke kasir terlebih dahulu untuk mengetahui
jumlah biaya yang harus kami keluaran jika menggunakan dana pribadi.
Beruntungnya kasir hari itu sedang sepi dan cukup ramah, dari kasir kami
mendapat informasi perkiraan biaya periksa retina mata sekitar
“Rp 280.000 Bisa lebih, bisa
kurang mba.” Begitu kira – kira informasi yang diberikan sang kasir.
Saya dan suami memutuskan untuk
menggunakan dan pribadi.
Note : Setelah selesai cek
mata dan ke kasir, betapa bahagianya kami biaya yang dibutuhkan hanya Rp
177.000 tidak ada obat dan tambahan lainnya. Hehehe
Tidak seperti dokter perempuan
sebelumnya yang telat datang praktek hingga 1 jam, Dr Suminto ternyata sudah ada
di ruangan dan memulai praktek sebelum kami hadir (kami sampai kira – kira pukul
18.30 WIB). Wow dari soal antrean aja dokter ini sudah nilai plus, ditambah
waktu baru masuk ruangan praktek Dr ini memberikan salam tangan (hehehe sopan
banget dalem hati).
Setelah saya memberikan surat
rujukan dari Dr Obgyn untuk mengecek kondisi retina mata, dokter tersebut
sempat bertanya – tanya sebentar soal mata saya, seperti minus berapa, selama
ini pakai kacamata atau lensa, hamil berapa bulan dan setelah itu segera dokter
tersebut memulai pengecekan retina mata saya.
Proses pengecekan retina mata
yang saya jalani terbagi menjadi 3 tahap sbb:
1. Cek
jumlah minus/silinder mata
Pengecekan
pertama dengan alat yang sudah bisa dan sering kita jumpai di optik – optik biasa.
Tujuannya untuk mengetahui pasti berapa jumlah minus dan silinder lensa mata
kita.
2. Cek
membaca/melihat tulisan
Pengecekan
kedua ini menggunakan alat yang juga sudah biasa kita temui di optik – optik,
berbentuk kacamata guna mengetahui berapa batas kemampuan mata kita menggunakan
alat bantu kacamata. Jadi dalam hasil test pertama dan kedua ini bisa dibandingkan
jumlah minus dan silinder kita. Jujur, saya paling segan menjalani test seperti
ini, tapi dengan setiap kata – kata dari dokter ini yang begitu ramah cukup
membuat saya tenang dan santai menjalani test ini hehehe.
3. Cek
retina mata
Pengecekan
ketiga ini menggunakan alat yang kecil seperti pen namanya Steak Retinoplas.
Steak ini memancarkan sinar ke mata pasien, lalu dokter akan mengamati hasil
dari pembiasan /pemantulan dari sinar tersebut.
Setelah selesai melalui ketiga
proses pengecekan di atas, dokter akan memberikan jawaban “Apakah si Ibu hamil
bisa dikatakan aman atau tidak melakukan persalinan spontan/normal ataukah
harus melalui jalan operasi caesar?”
Hasil dari pengecekan retina
mata saya sebenarnya tidak terdapat goresan / robek karena masih ada lapisan
lain yang menutupi retina mata. Hanya saja menurut Dr. Suminto resiko ablasio
(kebutaan) tetap ada. So, satu – satunya jalan adalah persalinan caesar agar
lebih aman. Jujur, saya dan suami memang sudah mempersiapkan diri dengan hasil
test mata ini, apa pun hasilnya karena kami selalu berdoa meminta jalan yang
terbaik, jadi kami yakin ini adalah jalan yang terbaik dari Tuhan. Aminn.
Next article saya akan
membahas bagaimana tata cara menggunakan BPJS untuk kontrol kehamilan di Rumah
Sakit rujukan. Ditunggu yah bu ibu link nya J
Semoga article ini membantu
dan membuat para calon ibu tenang/tidak stress menjalani test retina mata
hehehe.
Minggu, 05 Maret 2017
Perubahan diUsia Kehamilan 28 Minggu
28 Minggu, akhirnya si baby
sebentar lagi berumur 7 bulan minggu depan :D seneng banget rasanya bisa sampai
ketahap ini. Di minggu ke 26 ini banyak banget perubahan yang terjadi.
1. Berat
badan tentunya sudah pasti semakin bertambah seiring bertambahnya usia
kehamilan. Berat badanku saat ini sudah 63kg.
2. Jam
tidur lebih awal. Mungkin karena sudah lelah membawa berat badan yang semakin
bertambah, jadi jam 9 malam mataku rasanya sudah beratttt banget. Kadang suami
juga jadi ikut tidur awal, bagus juga sih jadi suami gak telat berangkat ke
kantor paginya hehehe
3. Gerakan
janin terasa sudah bukan sekedar tendangan aja, tapi lebih kegeser-geser di
perut, kalau dulu Cuma terasa di bagian bawah perut, sekarang sudah di atas juga
gerakannya meliuk - liuk.
4. Sudah
sulit untuk jalan cantik, hahaha secara kaki jalan udh maunya ngegang aja.
5. Bangun
dari posisi jongkok/duduk di lantai sudah amat sangat berat hahaha
6. Porsi
minum bertambah, haus mulu biasa jam kerja habis 2-2,5 botol tupperware 1
Literan, sekarang 3-4 botol, dengan botol yang sama.
7. Buang
air kecilpun sama, sudah lebih sering dari biasanya, bisa sampai 1-1,5 jam
sekali masa hahahah
8. Tulang
sebelah kiri yang bulan kemarin sempat sembuh dari nyeri dan sakit, kini timbul
lagi sakitnya. Mungkin karena beberapa hari aku skip dari minum susu.
9. Bukan
Cuma tulang yang sakit, tapi gigi juga ikut sakit. OMG, ceritanya kamis malam 2
Maret 2017 aku memang sudah titip makanan ke suami, karena suami baru sampai
jam 8 kurang jadi sempat aku isi perut dengan roti bakar (buatan sendiri)
saking laparnya sampe ga bisa control si mesesnya masuklah itu ke gigi yang
berlubang, setelah makan belum berasa. Saat sedang tertidur malamnya, jam 12
malam aku terbangun, secara sakit banget ini gigi nyut-nyutan. Bolak balik
kamar mandi & dapur, mulai dari bikin susu anget, kekumur air biasa,
kekumur air garem, sumpel gigi pakai bawang merah, sampe sikat gigi beberapa
kali masih aja ga ilang sakitnya. Jam 3 aku kembali masuk kamar, berbaring di
samping suami, karena gak kuat sama sakitnya aku bilang sama suami kalau gigiku
sakit, gak bisa tidur. Suami sempet bingung juga mau gimana, dia bangun ke
toilet, balik dari toilet suami tiduran lagi di samping ngelus-ngelus pipiku
sambil berdoa. Suami tawarin olesin minya kayu putih ke pipi beberapa kali aku
tolak, sampai akhirnya si suami maksa buat ngolesin katanya biar anget, setelah
diolesin pipiku buaknnya anget pemirsa malah dingin hahahah. Seenggaknya rasa
sakitnya berkurang karena elusan tangan suami di pipiku, gak sadar sempet pules
juga sampe jam 6 buat ngebangunin suami siap – siap berangkat kerja. Aku
bulatkan tekadku untuk berangkat ke kantor (tadinya udah izin by WA tapi
berubah pikiran hehee). Jam 12 malem itu aku sempet WA dokter obgyn-ku sekedar
bertanya obat sakit gigi yang aman untuk ibu hamil. Menurut dokter obgyn-ku
sanmol 3x1 selama sakit gigi dan disarankan ke dokter gigi. Jam 9 pagi aku ke
klinik kantor, konsultasi dan minta obat sama perawat. Dikasihlah Paracetamol
500mg dan Vit C. Setelah aku minum Puji Tuhan sakitnya agak berkurang, walaupun
masih ada cekot – cekot sedikit huhuh.
Terima kasih
Tuhan, terima kasih bu dokter obgyn-ku, terima kasih perawat kantorku, terima
kasih suamiku tercintah, maaf malem – malem bikin kamu panik hehehe I LOVE YOU
FULL deh pokoknya.
Dan saya
kapok skip minum susu hamil pemirsa hahahaha
10. Hari
Sabtu tanggal 4 Maret 2017 saya menjalankan test retina mata di RS Hermina
dengan Dr. Sumito SpM. Ini dokter baiiiikkk banget, awalnya sama dokter yang
perempuan (gak usah disebut namanya) juteknya minta ampun, baru sampe diomelin
gara – gara mau cek mata masih pake softlense, lah namanya juga belum pernah
mana kita tahu kalau mau cek mata ga boleh pake softlense selama 24 jam. Kalau
dokter Suminto ini ramah banget, baru masuk ruangan disalamin, cara ngomongnya
juga enak didenger sopan pokoknya cocok deh sama dokter ini, bersyukur si
dokter cewe hari itu lagi gak bisa praktek, jadi kita bisa ketemu dokter baik
ini hehehe.
Lanjut. Hasil
pemeriksaan retina mata menunjukan tidak adanya robekan atau apapu di mataku,
hanya saja karena minus yang terlalu tinggi, dokter lebih merekomendasikan
untuk lahiran caesar. Saya pribadi dengan suami memang sudah siap dengan hasil
apapun yang akan direkomendasikan dokter, jadi kita fine – fine saja hehehe.
Sekian cerita baby bear dan
mama bear di minggu ke 28 ini...
Untuk para calon ibu lainnya,
saya doakan agar selalu sehat dan tetap kuat yah....
Langganan:
Postingan (Atom)

















