Selasa, 28 Maret 2017

My Baby Born Wishlist

Sebenernya agak ragu sih bikin wishlist ginian, takutnya dibilang ngarep heheh tapi yah dari pada kado yang didapet nanti mubazir, sayang toh.
Jadi berikut adalah daftar Wishlist saya untuk kelahiran my baby Ay yang memang saya belum sempet beli sampai sekarang heheh

NO
NAMA BARANG
MERK
COLOR
Picture
1
Botol Dot
Philips Avent 2 Natural Bottle 260 ml 
Clear/Pink
2
Baju 4-12 month
Apa aja yang lucu hehehe
Apa Aja

3
Warmer penghangat ASI
Crown Warmer 4in1 CR 198
Apa Aja
4
Sterilizer
Crown 6 Bottles Steam Sterilizer CR088
Apa Aja
5
Stroller
Babyelle Infinite
Red/Cream
6
Baby bather
Apa aja
Pink
7
Bantal Peyang
Babymoov
Apa aja
8
Tas ASIP Ransel yang muat Laptop 14"
Gabag Black Calmo
Black
9
Car Seat
Apa aja
Merah/Biru/Black
10
Gendongan bayi Hipseat
Apa aja yang penting ada hipseatnya
Biru/Merah
11
Gendongan bayi Wrapping
Apa aja
Black
12
Baby food maker
Takahi
Apa Aja


Kamis, 16 Maret 2017

Prosedur Cek Kehamilan di Rumah Sakit dengan BPJS (Ibu Hamil Minus Tinggi)

Berikut adalah prosedur pengecekan kehamilan di Rumah Sakit dengan menggunakan BPJS, dalam kasus ini dikarenakan mata ibu hamil yang minus tinggi.
1.       Dokter kandungan akan memberikan selembar kertas “Formulir Konsultasi/Rujukan Pasien” untuk diteruskan ke Dokter spesialis mata.
Dalam Surat ini berisi kurang lebih, meminta bantuan untuk mengecekretina mata sang ibu apakah masih memungkinkan menjalani proses persalinan secara normal atau harus melalui caesar.

2.       Kunjungi dokter umum di Faskes1/Klinik yang tertera pada kartu BPJS Ibu.
Mintalah surat rujukan dari Faskes1/klinik tersebut untuk ke Dr. Spesialis Mata.
                Klinik akan mengeluarkan Surat Rujukan ke Dr. Spesialis Mata (3 Lembar)

3.       Sebelum ke RS yang dituju, pastikan bagi ibu hamil tidak menggunakan softlense paling tidak 24 jam sebelum melakukan pengecekan retina mata. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang aktual dari otot – otot mata.


4.       Bawalah dokumen di bawah ini ke Rumah Sakit yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan untuk keperluan pendaftaran pasien BPJS :
Fotocopy KTP,
Fotocopy kartu BPJS, dan
surat rujukan dari Faskes1/klinik.
Jangan Lupa membawa “Formulir Konsultasi/Rujukan Pasien” yang diberikan oleh dokter kandungan, agar dokter spesialis mata memberikan jawaban langsung di kertas tersebut.

5.       Dokter Spesialis mata akan memberikan jawaban langsung di “Formulir Konsultasi/Rujukan Pasien”.

6.       Jika disarankan caesar oleh Dr Mata, bawalah hasil tersebut ke Faskes1/klinik untuk meminta Surat Rujukan lagi guna pengecekan kehamilan selanjutnya di RS yang dituju.
Karena biasanya ibu hamil harus memiliki riwayat cek kehamilan di RS yang ditunjuk min. 3 kali, atau tergantung dari peraturan RS.
Surat Rujukan dari Klinik ini kurang lebih sama dengan surat rujukan ke Dr Spesialis mata sebelumnya 3 lembar, tapi dokter yang dituju adalah Dr Obgyn/Kandungan.

7.       Sama seperti prosedur pendaftaran peserta BPJS #4
Bawalah dokumen di bawah ini ke Rumah Sakit yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan untuk keperluan pendaftaran pasien BPJS :
Fotocopy KTP,
Fotocopy kartu BPJS, dan
surat rujukan dari Faskes1/klinik.
Jangan Lupa membawa hasil “Formulir Konsultasi/Rujukan Pasien” yang sudah diisi oleh Dr Mata, guna menginformasikan kepada Dr kandungan hasil dari test tersebut.

8.       Jangan lupa foto layar monitor USG pada saat dokter kandungan melakukan pemeriksaan detak jantung (untuk mendaftarkan janin ke BPJS), karena peraturan yang berlaku hasil print foto untuk kebutuhan data di Rumah Sakit dan tidak bisa dibawa pulang.

9.       Setelah pengecekan selesai, dokter akan memberikan secarik kertas kecil “Surat Rekomendasi Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP)”. Dalam surat tersebut berisi rekomendasi dokter untuk melakukan kontrol kehamilan berikutnya.

Senin, 06 Maret 2017

Prosedur Pengecekan Retina Mata untuk Ibu Hamil

Melanjutkan dari cerita sebelumnya di http://irenenovianinathanael.blogspot.com/2017/02/ibu-hamil-apakah-bpjs-mengcover-cek.html kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya menjalani test retina mata.

Sabtu, 4 Maret 2017.
Saya dan suami menuju RS Hermina Tangerang sekitar pukul 18.00 WIB, karena dokter buka praktek pukul 19.00 WIB. For your info, singkat cerita saya pindah dokter, awalnya ke dokter perempuan, tapi karena beliau cuti jadilah saya pindah ke Dr. Suminto SpM. Dan kali ini saya tidak menggunakan BPJS, tapi dengan dana pribadi dikarenakan awal saya daftar ke dokter yang perempuan jadi kalau saya mau pindah dokter harus melalui prosedur awal lagi, minta rujukan klinik dll. Karena kami malas untuk bolak – balik ke klinik lagi jadilah kami cek ke kasir terlebih dahulu untuk mengetahui jumlah biaya yang harus kami keluaran jika menggunakan dana pribadi. Beruntungnya kasir hari itu sedang sepi dan cukup ramah, dari kasir kami mendapat informasi perkiraan biaya periksa retina mata sekitar
“Rp 280.000 Bisa lebih, bisa kurang mba.” Begitu kira – kira informasi yang diberikan sang kasir.
Saya dan suami memutuskan untuk menggunakan dan pribadi.
Note : Setelah selesai cek mata dan ke kasir, betapa bahagianya kami biaya yang dibutuhkan hanya Rp 177.000 tidak ada obat dan tambahan lainnya. Hehehe

Tidak seperti dokter perempuan sebelumnya yang telat datang praktek hingga 1 jam, Dr Suminto ternyata sudah ada di ruangan dan memulai praktek sebelum kami hadir (kami sampai kira – kira pukul 18.30 WIB). Wow dari soal antrean aja dokter ini sudah nilai plus, ditambah waktu baru masuk ruangan praktek Dr ini memberikan salam tangan (hehehe sopan banget dalem hati).

Setelah saya memberikan surat rujukan dari Dr Obgyn untuk mengecek kondisi retina mata, dokter tersebut sempat bertanya – tanya sebentar soal mata saya, seperti minus berapa, selama ini pakai kacamata atau lensa, hamil berapa bulan dan setelah itu segera dokter tersebut memulai pengecekan retina mata saya.

Proses pengecekan retina mata yang saya jalani terbagi menjadi 3 tahap sbb:
1.       Cek jumlah minus/silinder mata
Pengecekan pertama dengan alat yang sudah bisa dan sering kita jumpai di optik – optik biasa. Tujuannya untuk mengetahui pasti berapa jumlah minus dan silinder lensa mata kita.

2.       Cek membaca/melihat tulisan
Pengecekan kedua ini menggunakan alat yang juga sudah biasa kita temui di optik – optik, berbentuk kacamata guna mengetahui berapa batas kemampuan mata kita menggunakan alat bantu kacamata. Jadi dalam hasil test pertama dan kedua ini bisa dibandingkan jumlah minus dan silinder kita. Jujur, saya paling segan menjalani test seperti ini, tapi dengan setiap kata – kata dari dokter ini yang begitu ramah cukup membuat saya tenang dan santai menjalani test ini hehehe.
3.       Cek retina mata
Pengecekan ketiga ini menggunakan alat yang kecil seperti pen namanya Steak Retinoplas. Steak ini memancarkan sinar ke mata pasien, lalu dokter akan mengamati hasil dari pembiasan /pemantulan dari sinar tersebut.

Setelah selesai melalui ketiga proses pengecekan di atas, dokter akan memberikan jawaban “Apakah si Ibu hamil bisa dikatakan aman atau tidak melakukan persalinan spontan/normal ataukah harus melalui jalan operasi caesar?”

Hasil dari pengecekan retina mata saya sebenarnya tidak terdapat goresan / robek karena masih ada lapisan lain yang menutupi retina mata. Hanya saja menurut Dr. Suminto resiko ablasio (kebutaan) tetap ada. So, satu – satunya jalan adalah persalinan caesar agar lebih aman. Jujur, saya dan suami memang sudah mempersiapkan diri dengan hasil test mata ini, apa pun hasilnya karena kami selalu berdoa meminta jalan yang terbaik, jadi kami yakin ini adalah jalan yang terbaik dari Tuhan. Aminn.

Next article saya akan membahas bagaimana tata cara menggunakan BPJS untuk kontrol kehamilan di Rumah Sakit rujukan. Ditunggu yah bu ibu link nya J

Semoga article ini membantu dan membuat para calon ibu tenang/tidak stress menjalani test retina mata hehehe.

Minggu, 05 Maret 2017

Perubahan diUsia Kehamilan 28 Minggu

28 Minggu, akhirnya si baby sebentar lagi berumur 7 bulan minggu depan :D seneng banget rasanya bisa sampai ketahap ini. Di minggu ke 26 ini banyak banget perubahan yang terjadi.
1.   Berat badan tentunya sudah pasti semakin bertambah seiring bertambahnya usia kehamilan. Berat badanku saat ini sudah 63kg.
2.  Jam tidur lebih awal. Mungkin karena sudah lelah membawa berat badan yang semakin bertambah, jadi jam 9 malam mataku rasanya sudah beratttt banget. Kadang suami juga jadi ikut tidur awal, bagus juga sih jadi suami gak telat berangkat ke kantor paginya hehehe
3.   Gerakan janin terasa sudah bukan sekedar tendangan aja, tapi lebih kegeser-geser di perut, kalau dulu Cuma terasa di bagian bawah perut, sekarang sudah di atas juga gerakannya meliuk - liuk.
4.     Sudah sulit untuk jalan cantik, hahaha secara kaki jalan udh maunya ngegang aja.
5.     Bangun dari posisi jongkok/duduk di lantai sudah amat sangat berat hahaha
6.   Porsi minum bertambah, haus mulu biasa jam kerja habis 2-2,5 botol tupperware 1 Literan, sekarang 3-4 botol, dengan botol yang sama.
7.    Buang air kecilpun sama, sudah lebih sering dari biasanya, bisa sampai 1-1,5 jam sekali masa hahahah
8.    Tulang sebelah kiri yang bulan kemarin sempat sembuh dari nyeri dan sakit, kini timbul lagi sakitnya. Mungkin karena beberapa hari aku skip dari minum susu.
9.    Bukan Cuma tulang yang sakit, tapi gigi juga ikut sakit. OMG, ceritanya kamis malam 2 Maret 2017 aku memang sudah titip makanan ke suami, karena suami baru sampai jam 8 kurang jadi sempat aku isi perut dengan roti bakar (buatan sendiri) saking laparnya sampe ga bisa control si mesesnya masuklah itu ke gigi yang berlubang, setelah makan belum berasa. Saat sedang tertidur malamnya, jam 12 malam aku terbangun, secara sakit banget ini gigi nyut-nyutan. Bolak balik kamar mandi & dapur, mulai dari bikin susu anget, kekumur air biasa, kekumur air garem, sumpel gigi pakai bawang merah, sampe sikat gigi beberapa kali masih aja ga ilang sakitnya. Jam 3 aku kembali masuk kamar, berbaring di samping suami, karena gak kuat sama sakitnya aku bilang sama suami kalau gigiku sakit, gak bisa tidur. Suami sempet bingung juga mau gimana, dia bangun ke toilet, balik dari toilet suami tiduran lagi di samping ngelus-ngelus pipiku sambil berdoa. Suami tawarin olesin minya kayu putih ke pipi beberapa kali aku tolak, sampai akhirnya si suami maksa buat ngolesin katanya biar anget, setelah diolesin pipiku buaknnya anget pemirsa malah dingin hahahah. Seenggaknya rasa sakitnya berkurang karena elusan tangan suami di pipiku, gak sadar sempet pules juga sampe jam 6 buat ngebangunin suami siap – siap berangkat kerja. Aku bulatkan tekadku untuk berangkat ke kantor (tadinya udah izin by WA tapi berubah pikiran hehee). Jam 12 malem itu aku sempet WA dokter obgyn-ku sekedar bertanya obat sakit gigi yang aman untuk ibu hamil. Menurut dokter obgyn-ku sanmol 3x1 selama sakit gigi dan disarankan ke dokter gigi. Jam 9 pagi aku ke klinik kantor, konsultasi dan minta obat sama perawat. Dikasihlah Paracetamol 500mg dan Vit C. Setelah aku minum Puji Tuhan sakitnya agak berkurang, walaupun masih ada cekot – cekot sedikit huhuh.
Terima kasih Tuhan, terima kasih bu dokter obgyn-ku, terima kasih perawat kantorku, terima kasih suamiku tercintah, maaf malem – malem bikin kamu panik hehehe I LOVE YOU FULL deh pokoknya.
Dan saya kapok skip minum susu hamil pemirsa hahahaha
10.   Hari Sabtu tanggal 4 Maret 2017 saya menjalankan test retina mata di RS Hermina dengan Dr. Sumito SpM. Ini dokter baiiiikkk banget, awalnya sama dokter yang perempuan (gak usah disebut namanya) juteknya minta ampun, baru sampe diomelin gara – gara mau cek mata masih pake softlense, lah namanya juga belum pernah mana kita tahu kalau mau cek mata ga boleh pake softlense selama 24 jam. Kalau dokter Suminto ini ramah banget, baru masuk ruangan disalamin, cara ngomongnya juga enak didenger sopan pokoknya cocok deh sama dokter ini, bersyukur si dokter cewe hari itu lagi gak bisa praktek, jadi kita bisa ketemu dokter baik ini hehehe.
Lanjut. Hasil pemeriksaan retina mata menunjukan tidak adanya robekan atau apapu di mataku, hanya saja karena minus yang terlalu tinggi, dokter lebih merekomendasikan untuk lahiran caesar. Saya pribadi dengan suami memang sudah siap dengan hasil apapun yang akan direkomendasikan dokter, jadi kita fine – fine saja hehehe.



Sekian cerita baby bear dan mama bear di minggu ke 28 ini...

Untuk para calon ibu lainnya, saya doakan agar selalu sehat dan tetap kuat yah....

Senin, 27 Februari 2017

IBU HAMIL – Apakah BPJS Mengcover Cek Retina Mata Pada Ibu Hamil??

Apakah BPJS Mengcover Cek Retina/Cek Mata pada Ibu Hamil??
Jawabannya adalah YESS BISA. BPJS bisa mengcover pengecekan retina mata ‘pada ibu hamil yang dianjurkan untuk melakukan pengecekan retina mata oleh dokter obgynnya’.

Puji Tuhan kondisi janin di dalam kandungan saya tidak ada masalah sama sekali, begitu pula dengan saya, tekanan darah stabil normal, berat badan normal, tidak ada gangguan yang bisa mengindikasikan persalinan caesar, hanya kondisi mata saya yang menjadi penghambat, sehingga dokter obgyn saya tidak berani melakukan persalinan normal.

Sebelumnya mari saya ceritakan sedikit latar belakang saya menulis artikel ini. Saya adalah ibu hamil yang saat ini usia kehamilan saya menginjak 26 minggu 4 hari, di minggu ke 24 saat melakukan control kehamilan ke dokter obgyn, saya menggunakan biaya pribadi (non-asuransi ataupun BPJS), sebenarnya dari awal kehamilan saya sudah bercerita kepada dokter obgyn saya, bahwa keadaan mata saya minus tinggi (kanan 16 dan kiri 13) dan ada silinder yang saya lupa detailnya berapa silinder mata saya. Namun sesuai dengan pembicaraan saya dengan dokter obgyn dari awal kehamilan, saya harus tetap melakukan pengecekan kondisi retina mata di usia kehamilan 7 bulan untuk mengetahui apakah mata saya bisa melakukan persalinan normal ataukah harus caesar. Dokter obgyn sudah menganjurkan caesar dari awal, karena kemungkinan pertambahannya bisa sampai minus 20 untuk mata kanan saya. Saya dan suami berusaha mencari informasi apakah operasi persalina caesar karena kondisi mata minus tinggi dicover oleh BPJS? Sampai sekarang belum ketemu jawabannya, untuk itu saya dan suami berusaha untuk menggunakan BPJS untuk persalinan nanti jika memang harus melalui operasi caesar.

Sebelum membahas apakah BPJS mengcover persalinan caesar dengan kendala Mata Ibu minus tinggi, saya akan membahas pertahapnya terlebih dahulu.
1.       Dari pertemuan dengan dokter obgyn di minggu ke 24 kehamilan, saya sudah “minta surat rujukan untuk cek retina mata (poli Mata)”, karena di minggu ke 26 (7 bulan) saat control saya sudah harus membawa hasilnya (ini juga supaya next control bisa di tanggung BPJS hehehe lumayan menghemat biaya)
2.       “Kunjungi klinik/faskes 1 yang tertera di kartu BPJS anda”. Klinik/faskes1 saya di Klinik Kokits Medika, klinik ini sepertinya memang khusus menangani peserta BPJS saja, sehingga pelayanan yang diberikan menurut saya samat sangat memuaskan.
3.       “Daftar di bagian DOKTER UMUM” jangan di bagian kebidanan, karena awalnya saya daftar di kebidanan namun dirujuk/didaftarkan kembali ke bagian umum oleh bidan yang bertugas. Karena yang akan diperiksa adalah mata dari sang ibu bukan janin.
4.       “Tanyakan apakah di klinik/faskes1 anda melayani pengecekan retina mata?”. Dan juga jelaskan bahwa anda mendapat surat rujukan pengecekan kondisi retina mata dari dokter obgyn (jangan lupa berikan surat rujukan yang kita dapatkan dari dokter obgyn) Kemungkinan besar tidak bisa karena alat yang dimiliki tidak mendukung. Maka dokter klinik akan memberikan anda Surat Rujukan ke Rumah Sakit Terdekat. Dokter akan bertanya RS mana yang akan kita pilih, karena saya biasa control di RSIA Hermina, maka saya meminta rujukan ke RS tersebut untuk pengecekan retina mata saya.
5.       Dokter akan bertanya beberapa data untuk pembuatan surat rujukan tersebut, seperti nama pasien, tanggal lahir, minus berapa (kanan & kiri) dll.
Setelah pengisian data surat rujukan dari dokter umum klinik selesai, hanya sekitar 5 menit surat rujukan sudah bisa kita terima.
Note : Surat Rujukan ini terdiri dari 3 lembar berlaku 1 bulan sejak tanggal pembuatan.
6.       Hubungi RS dimana anda dirujuk untuk mendaftar dan mendapatkan nomor antrian.
7.       Siapkan dokumen di bawah ini untuk keperluan pendaftaran di RS :
-          Fotocopy Kartu BPJS @1 lembar
-          Fotocopy KTP @1 lembar
-          Surat Rujukan dari Klinik/faskes1 asli
Note : Untuk jaga – jaga Surat Rujukan dari Klinik/faskes1 difotocopy juga yah.
8.       Lakukan pendaftaran ulang di meja pendaftaran khusus peserta BPJS. Kalau di RSIA Hermina Tangerang posisinya ada di pintu belakang dekat kantin.
9.       Lakukan timbang & tensi di meja suster khusus peserta BPJS. Karena saat saya datang meja tersebut kosong, maka saya minta timbang dan tensi di tempat biasa (dekat apoteker)
10.   Antri. Jujur sempet sebel sih nunggu antrian, secara jadwal dokter jam 4 sore – 6 sore, tapi dokternya dateng jam 5 sore. Jadi saya nunggu 90 menit demi ketemu dokter ini huhuhu
11.   Konsultasi.
Untuk tahapan pengecekan saya belum bisa share disini, karena pengecekan saya ditunda ke pertemuan berikutnya.

Note PENTING!!! : Buat para calon mommy yang mau cek retina mata dan menggunakan softlense, istirahatkan mata anda dari softlense selama 24 jam (boleh menggunakan kacamata) sebelum pengecekan mata anda, ini untuk memberikan hasil yang lebih maksimal dari setiap otot – otot mata anda.
Karena saya tidak tahu info di atas, maka saya harus kembali datang dipertemuan berikutnya huhuhu.


Semoga artikel ini bisa membantu para calon mommy lainnya yah J

Senin, 30 Januari 2017

PERUBAHAN DIMINGGU KE-23 KEHAMILAN

Setelah flu, batuk dan demamnya pergi Puji Tuhan tidur malamku semakin nyenyak tanpa ada gangguan, cuma buang air kecil aja yang bikin aku bangun, biasanya di jam 3 subuh. Setelah itu bisa kembali tidur nyenyak.


Perubahan di minggu ke-23 kehamilan :

1.Kayaknya si baby bear-ku ini udah bisa nge-dance di dalem perut hehehe. Waktu denger music respon tendangannya ngikut irama, khususnya pas lagi di gereja, irama tendangannya hampir matching sm suara drum, setelah berhenti puji-pujian dia anteng lagi hahah, entah deh ini bener atau Cuma perasaanku aja.

2.PD sering berasa ngentek, terutama di sore hari sekitar jam 3 sampai jam 5.

3.Buat ngambil sesuatu yang jatoh udah ga berani lagi ngebungkuk, lebih milih pake jari kaki aja.

4.Kaki sering kesemutan kalau posisinya ditaro agak tinggi (missal akunya duduk di bangku, kaki aku diattas tatakan kardus yang bikin lutut lebih tinggi dari bangku)

5.Kecepatan jalan sudah mulai harus dikurangin, karena pakai kecepatan yang lama bakal ngos-ngosan wkwkwkw

6.Sudah mulai mencoba pakai maternity belt sebagai penyanggah perut. Supaya gak gitu berasa kalau naik motor karena ini perut sudah makin maju hahaha

7.Nafsu makan meningkat, entah karena abis imlek atau emang udah waktunya porsi makan ditambah, pokoknya ucapkan selamat tinggal aja dulu sama timbangan selama hamil, setelah lahiran baru mulai program lagi paake dance KPOP aja hehee

8.Setiap bangun tidur telapak kaki berasa kaya agak sakit/ngentek di tumit dan telapaknya, tapi bakal ilang sendiri rasa ngenteknya. Semoga aja gak bengkak kakinya hehehe


9.Makin penasaran sama gender si baby, udah gak sabar buat belanja ini itu hehehe Yuk tebak BOY or GIRL?? Tulis dicomment di bawah yah hehehe

Sampai hari ini aku masih yakin buat lahiran normal. Semoga aja keyakinanku ini sejalan sama hasil test mata nanti. FYI mata aku minus tinggi kanan 16 dan kiri 13 (kagetkan hahaha). Menurut dokter Spog ku, minus itu gak mempengaruhi proses persalinan sebenernya, hanya aja kalau salah cara ngeden/ngejan saat proses persalinan bisa menyebebkan bertambahnya minus sampai kebutaan. Apa yang dicari saat proses test mata? Posisi retina yang mendukung dan ketebalan lensa mata yang mendukung terjadinya persalinan normal. Mari kita sama – sama berdoa supaya hasil testnya bagus dan proses persalinan nanti berjalan lancar… Aminnnn


Baby Bear, sehat terus ya sayang di dalem perut mama. Kamu boleh bebas kok gerak – gerak gimana aja sesuka kamu, tapi hati – hati sama tali pusat ya sayang jangan sampai ngelilit kamu, nanti kita ga bisa lahiran normal… Semangat sayang kita berjuang bareng – bareng yah…. Mom and Dan really love you so much…

Manfaat Tetap Bekerja Pada Ibu Hamil

Dibalik lelah dari aktifitas bekerja bagi ibu hamil tersimpan banyak manfaat bagi sang ibu dan janin i dalam kandungan loh.
Apa aja sih manfaatnya bagi ibu hamil dan janin? Yuk simak artikle ini hingga tuntes.

1. Menghindarkan ibu dari pikiran - pikiran negative yang akan membuat perasaan ibu naik turun.
2. Waktu akan terasa lebih cepat tiap harinya
3. Menghindarkan ibu dari kebosanan
4. Membantu ibu melupakan segala perubahan yang terjadi di tubuhnya selama kehamilan, seperti lemah letih lesu, mual, dan muntah.
5. Membantu ibu mengatur jam makan, sehingga kemungkinan kelebihan kenaikan berat badan bisa lebih diatur.
6. Melatih daya ingat ibu yang selama kehamilan akan mengalami penurunan
7. Melatih janin untuk mengembangkan otak, melalui percakapan ibu dengan orang - orang di sekitar tempat kerjanya